“Tidak perlu penekanan tombol atau suara. Saya membuat twit ini hanya dengan memikirkannya,” tulis O'Keefe, yang berusia 62 tahun, di akun milik CEO Synchron, Thomas Oxley.
Dengan chip otak, O’Keefe kini mampu mengirim email, transfer bank, dan belanja di toko online meski mengidap amyotrophic lateral sclerosis (ALS), penyakit sistem saraf yang melemahkan otot dan memengaruhi fungsi fisik hingga lumpuh.
Baca Juga:
Brain Rot, Efek Media Sosial yang Bikin Otak Jadi Kendor
“Sistemnya mencengangkan, seperti belajar mengendarai sepeda – butuh latihan, tetapi begitu Anda terbiasa,” kata dia.
Selain Synchron, para peneliti di Brown University di AS telah berhasil menghubungkan otak manusia dengan komputer secara nirkabel (wireless) pada Maret 2021.
Pencapaian ini disebut sebagai tonggak bersejarah, karena untuk pertama kalinya otak manusia bisa terhubung dengan antarmuka komputer tanpa kabel.
Baca Juga:
Pikun di Usia 20-an, Bukan Sekadar Lupa Biasa
Uji coba para peneliti, yang terbit di jurnal IEEE Transactions on Biomedical Engineering pada 30 Maret 2021, melaporkan keberhasilan sistem komputer BrainGate. Chip tersebut melibatkan pemancar kecil yang terhubung ke korteks motorik otak pengguna.
Dalam studinya, para peneliti melaporkan kalau para peserta uji coba dapat menunjuk, mengklik, dan mengetik pada komputer tablet standar tanpa bantuan sentuhan dan kabel.
Chip brain-computer interface diharapkan dapat membantu orang lumpuh untuk menggunakan antarmuka komputer, mulai dari smartphone hingga komputer personal, meski mereka tak bisa menggerakan tangan.