Skor risiko yang rendah mendukung teori bahwa CNG tidak beracun, artinya tidak berbahaya. Paparan manusia terhadap konsentrasi gas ini yang ringan dapat menyebabkan sakit kepala ringan atau gejala serupa. Tidak seperti bahan bakar cair lainnya, CNG tidak melepaskan racun udara dan aman bagi lingkungan.
Namun, karena berupa gas, CNG mudah terbakar dan mudah menyala jika konsentrasinya di udara berada dalam kisaran 5% hingga 15%.
Baca Juga:
Kementerian ESDM Sebut RI Butuh 8,6 Juta Ton LPG per Tahun
Jika terjadi kebakaran, bahaya yang signifikan dapat ditimbulkan pada manusia, properti, dan lingkungan, yang membenarkan skor risiko tinggi yang diberikan pada bahaya ini.
Untuk mengurangi risiko ini, sangat penting untuk menerapkan langkah-langkah untuk melindungi tabung gas dari sumber api eksternal dan memasang komponen penting yang mencegah kebocoran gas.
Solusi untuk masalah pertama meliputi penerapan sistem pelapis, penggunaan pembungkus isolasi panas untuk melindungi tabung gas dari api, dan pemasangan sistem deteksi panas yang mengaktifkan pelepasan tekanan jarak jauh.
Baca Juga:
Bareskrim: Penyelewengan BBM-LPG Subsidi, Jatim dan Jateng Wilayah Tertinggi
Untuk mengatasi masalah kedua, tabung gas harus dilengkapi dengan katup penutup di dalam kendaraan untuk mengisolasi sepenuhnya kebocoran gas apa pun. Selain itu, pemasangan katup aliran berlebih di dalam tabung gas dapat mematikan aliran gas jika melebihi kisaran operasional normal.
CNG Vs LPG
APLCNGI mencatat, terdapat berbagai perbedaan antara LPG dan CNG, berikut rangkumannya: