Siklus Alam dan Dampak Global
Fenomena El Nino terjadi setiap dua hingga tujuh tahun sebagai bagian dari siklus iklim alami El Nino-Osilasi Selatan atau ENSO di Samudra Pasifik.
Baca Juga:
Kapan Puncak Musim Kemarau di RI? Ini Prediksi BMKG
Siklus ENSO bergerak bergantian antara fase El Nino yang lebih hangat, fase La Nina yang lebih dingin, dan periode netral di antara keduanya.
Saat El Nino berlangsung, suhu permukaan laut di bagian tengah dan timur Samudra Pasifik meningkat secara signifikan.
Kondisi tersebut dapat melemahkan atau membalikkan arah angin pasat yang selama ini berperan penting dalam menjaga keseimbangan pola cuaca global.
Baca Juga:
Bantah Isu El Nino Ekstrem, BMKG Sebut Kondisi Iklim Masih Netral
Perubahan itu kemudian berdampak pada suhu dunia, distribusi hujan, kekeringan, banjir, hingga gangguan iklim di berbagai kawasan.
El Nino terakhir berlangsung sejak Juni 2023 hingga April 2024.
Fenomena tersebut ikut menyuntikkan panas tambahan ke bumi yang sebelumnya sudah mengalami pemanasan global.