Dampaknya, 2024 tercatat sebagai tahun terpanas yang pernah terjadi dan menjadi tahun pertama yang menembus ambang pemanasan 1,5 derajat Celsius.
Ambang 1,5 derajat Celsius merupakan batas penting yang ditetapkan dalam Perjanjian Paris untuk menekan dampak terburuk perubahan iklim.
Baca Juga:
El Nino Kuat Mengancam, BMKG Tetapkan 6 Provinsi Rawan Kebakaran Hutan
Dalam pembaruan yang dirilis pada 2 Juni 2026, Organisasi Meteorologi Dunia atau WMO memperingatkan El Nino memiliki peluang 80 persen terbentuk sebelum September 2026.
Peluang pembentukan El Nino bahkan diperkirakan meningkat menjadi 90 persen sebelum November 2026.
WMO menilai dunia harus mulai bersiap menghadapi kemungkinan dampak besar dari fenomena iklim tersebut.
Baca Juga:
WMO: El Nino Sudah Terbentuk dan Akan Menguat Cepat dalam Beberapa Bulan
"Sainsnya sudah jelas: El Nino akan tiba di depan mata kita dalam beberapa bulan mendatang dengan kepastian 90%. Dunia harus menyikapinya sebagai peringatan iklim yang mendesak," kata Sekjen PBB António Guterres.
Peringatan itu muncul di tengah kekhawatiran bahwa El Nino akan memperparah tekanan terhadap bumi yang sudah mengalami pemanasan pada tingkat berbahaya.
"Kondisi El Nino akan menyiramkan bensin ke kobaran api dunia yang terus memanas. Dampaknya akan menghantam lebih keras, menyebar lebih jauh, dan melintasi batas-batas negara dengan kecepatan menghancurkan," tambahnya.