Faktor lain berasal dari keberadaan Bibit Siklon Tropis 94W yang terpantau di Samudra Pasifik sebelah utara Papua Barat.
Bibit siklon tersebut dapat memengaruhi pola pergerakan massa udara dan membentuk daerah konvergensi serta konfluensi di sekitar Laut Filipina dan wilayah sekitar sirkulasinya.
Baca Juga:
Cek Daerahmu, BMKG Rilis Daftar Wilayah Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang 28 Juli 2026
Pertemuan serta penumpukan massa udara pada daerah tersebut dapat meningkatkan peluang pembentukan awan hujan dalam skala lokal.
“Kondisi tersebut mendorong pertemuan dan penumpukan massa udara, sehingga hujan dengan intensitas ringan hingga lebat masih berpeluang terjadi secara lokal,” kata BMKG melalui laman resminya, Jumat (31/7/2026).
BMKG menjelaskan peluang hujan terutama terdapat pada wilayah yang mendapatkan pengaruh langsung maupun tidak langsung dari berbagai dinamika atmosfer tersebut.
Baca Juga:
Bandung Mendadak Terasa Membeku, BMKG Ungkap Penyebab Udara Dingin Menusuk
“Terutama di wilayah yang dipengaruhi gelombang atmosfer, bibit siklon tropis, serta daerah konvergensi dan konfluensi,” lanjut BMKG.
Untuk Minggu (2/8/2026), BMKG memprakirakan sejumlah provinsi masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas yang perlu diwaspadai masyarakat.
Wilayah yang masuk dalam prakiraan tersebut adalah Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Sumatra Selatan, Bengkulu, Jawa Barat, dan Papua Tengah.