CN-235 MPA Malaysia juga dilengkapi dengan Automatic Identification System (AIS).
AIS berfungsi melakukan pelacakan otomatis untuk mengidentifikasi kapal, pesawat dan anomali lain yang dianggap mencurigakan.
Baca Juga:
Garuda Ungkap dari 72 Armada, 34 Pesawat Tidak Bisa Terbang
Dengan adanya hal ini maka kemampuan CN-235 MPA mengendus lawan semakin kuat.
"CN 235-220 merupakan pesawat yang telah terbukti tangguh untuk melakukan berbagai misi khusus seperti Search and Rescue (SAR), Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE), pencegahan dan pengontrolan kontrol pencemaran laut, pengawasan dan keamanan laut dan Anti-Surface Warfare (ASuW).
Dari pengalaman sebelumnya, CN235-220 MPA dengan kemampuan penuh dapat bertahan lebih dari 11 jam, sementara waktu di stasiun dalam radius 200 NM lebih dari 9 jam," jelas indonesian-aerospace.com.
Baca Juga:
Penumpang Panik Ketakutan, Gegera Baterai Litium Terbakar di Kabin Pesawat
Indonesia juga mencoba pasaran baru CN-235 ke Filipina.
Seperti diketahui bila Filipina juga membutuhkan pesawat patroli maritim untuk mengawasi wilayah lautnya.
"Produsen pesawat milik negara Indonesia PT Dirgantara (PTDI) mempermanis tawarannya untuk kebutuhan Angkatan Udara Filipina (PAF) untuk dua platform pesawat patroli maritim (MPA) dengan menawarkan untuk bekerja dengan pemain industri lokal dalam proyek tersebut," lapor janes.com, 19 Februari 2022.