Bahkan ia menggambarkan senjata hipersonik itu sebagai "tak terkalahkan".
Menurut pejabat Rusia, Kinzhal dapat mencapai target hingga 2.000 kilometer dan terbang dengan kecepatan hingga 12.000 kilometer per jam.
Baca Juga:
Rusia Peringatkan NATO, Pengerahan Pasukan ke Greenland Picu Ketegangan Arktik
Dengan kecepatan itu, Kinzhal masih bisa melakukan manuver, sehingga membuatnya sulit atau tak mungkin untuk dicegat.
Namun, beberapa pakar militer Barat berpikir bahwa Rusia mungkin melebih-lebihkan kemampuan senjata hipersonik mereka.
"Rudal hipersonik memiliki kapasitas penetrasi yang lebih besar dan kekuatan destruktif karena kecepatannya yang sangat tinggi," kata analis militer Vassili Kachine, dikutip dari Euro News.
Baca Juga:
Militer Rusia Klaim Tembak Jatuh Jet Tempur F-16 AS
Pakar militer lainnya, Pavel Felgenhauer, mengatakan bahwa menggunakan rudal Kinzhal tidak memberi Moskow keuntungan strategis, tetapi lebih merupakan keuntungan psikologis.
"Pada dasarnya tidak mengubah medan perang, tetapi tentu berpengaruh dari segi propaganda psikologis, untuk menakut-nakuti semua orang," jelasnya.