"Intinya, kejadian gempa kemarin menjadi perhatian bersama masyarakat Jawa Timur, terutama di bagian utara, karena terdapat ancaman gempa dangkal yang berpotensi merusak," ungkapnya yang dilansir Antara.
Selama ini, BMKG telah mencatat bahwa aktivitas gempa bumi di wilayah utara lebih sering terdiri dari gempa dalam, yang umumnya memiliki dampak kerusakan yang lebih terbatas.
Baca Juga:
Picu Gempa Myanmar 7,7 Manitudo, Apa Itu Sesar Sagaing?
Menurut Amien Widodo, seorang peneliti Senior di Pusat Penelitian Mitigasi Kebencanaan dan Perubahan Iklim (Puslit MKPI) ITS, gempa bumi dengan magnitudo 6,5 yang terjadi di Laut Jawa disebabkan oleh aktivitas sesar aktif.
Ia menjelaskan bahwa gempa dengan kedalaman dangkal yang disebabkan oleh sesar aktif seperti ini merupakan kejadian yang jarang terjadi.
Melalui penelitian yang dilakukannya, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang potensi gempa bumi di Laut Jawa dan dapat diambil langkah-langkah mitigasi yang efektif untuk melindungi masyarakat.
Baca Juga:
Truk Bantuan Kiriman Xi Jinping untuk Korban Gempa Ditembaki Pasukan Junta Myanmar
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.