Disimpulkan, penggunaan pupuk kimia berbasis nitrogen dapat meningkatkan kadar gas rumah N2O di atmosfer dan memicu terjadinya pemanasan global.
Selain itu, pembuatan pupuk kimia juga mengemisikan gas karbon dioksida (CO2). Karena selain menggunakan nitrogen, pupuk kimia juga menggunakan senyawa amonia (NH3).
Baca Juga:
Sekda Sumsel Terima Audiensi Direktur Bank Sampah Indonesia Bahas Program Palembang
Amonia dibuat pada tekanan tinggi di bawah suhu tinggi maka dari itu ia akan membutuhkan banyak energi dalam pembuatannya.
Energi ini didapat dari pembakaran bahan bakar fosil seperti batu bara dan gas. Pembakaran bahan bakar tersebut akhirnya mengemisikan CO2.
Ini artinya, makin banyak pupuk kimia yang dibuat, maka makin banyak juga karbon dioksida yang diemisikan.
Baca Juga:
Polres Donggala Gagalkan Pengiriman 2.500 Kg Pupuk Bersubsidi dari Mamuju, Sulbar
Padahal karbon dioksida sendiri adalah gas rumah kaca yang memicu pemanasan global. [tum]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.