Albertus menegaskan bahwa peluang munculnya Godzilla El Niño tahun ini sangat kecil karena beberapa faktor ilmiah. Salah satunya adalah kondisi Indian Ocean Dipole (IOD) yang saat ini berada pada fase posisi normal (neutral), diprediksi hingga April 2027.
Selain itu, Indonesia dan kawasan Pasifik baru saja mengalami El Niño kuat pada periode 2023-2024, sehingga secara fisik lautan belum memiliki cukup energi untuk kembali membentuk El Niño super ekstrem dalam waktu yang berdekatan.
Baca Juga:
Kapan Puncak Musim Kemarau di RI? Ini Prediksi BMKG
Meski demikian lanjut Albertus, BRIN menemukan adanya sinyal peningkatan risiko El Niño ekstrem pada periode akhir 2027 hingga pertengahan 2028. Melalui pendekatan analisis stokastik menggunakan Persamaan Fokker-Planck, peluang kemunculan Godzilla El Niño pada periode tersebut diperkirakan meningkat hingga mendekati 40%.
"Temuan ini menjadi peringatan dini bagi pemerintah untuk mulai menyiapkan strategi mitigasi jangka menengah," tegasnya.
[Redaktur: Alpredo Gultom]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.