Kehadiran Lampung-1 menarik perhatian karena teknologi satelit tersebut diproyeksikan dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan pembangunan di Provinsi Lampung.
Pakar Astronomi dan Astrofisika BRIN Thomas Djamaluddin mengatakan dirinya tidak terlibat secara langsung dalam proyek Satelit Lampung-1.
Baca Juga:
Hinca Pandjaitan: Pengecer BBM Bersubsidi di Desa Bukan "Penjahat"
Berdasarkan informasi yang diketahuinya, Thomas menyebut Satelit Lampung-1 tetap dimiliki oleh STAR.VISION China.
Pemerintah Provinsi Lampung, menurut Thomas, dapat memanfaatkan citra satelit beserta informasi yang diolah menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
"Pemda Lampung dapat memanfaatkan citra satelit dan informasi yang diperoleh dengan teknologi AI untuk kepentingan daerah di berbagai sektor," kata Thomas, Senin (3/8/2026).
Baca Juga:
Tragis! Tapir yang Sempat Viral Berkeliaran di Mesuji Tewas, 4 Pelaku Diamankan
Pemanfaatan teknologi tersebut dinilai membuka peluang bagi Lampung untuk menjadi salah satu daerah yang lebih maju dalam penggunaan data satelit dan AI.
Thomas melihat teknologi tersebut dapat memberikan manfaat mulai dari identifikasi sumber daya alam hingga penyusunan perencanaan pembangunan daerah.
"Dampaknya tentu positif," ujar Thomas.