WAHANANEWS.CO, Jakarta - Negara-negara di dunia mulai bersiap menghadapi 'petaka' baru gara-gara perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang kian canggih, seperti model Mythos dari Anthropic. Setelah Hong Kong, kini Jepang juga mengeluarkan peringatan khusus yang menyasar industri perbankan.
Ketua lobi perbankan Jepang mengatakan bahwa lembaga pemberi pinjaman di Jepang mungkin terpaksa memberhentikan sementara layanan seperti ATM dan mobile banking, jika model AI canggih akhirnya menimbulkan ancaman serius bagi sistem perbankan.
Baca Juga:
Iran Tutup Selat Hormuz, Trump Ultimatum Cepat Buka atau Jadi Neraka!
Sistem AI mutakhir, seperti Mythos dari Anthropic, dapat dengan cepat mengidentifikasi kerentanan dalam sistem software. Hal ini memicu kekhawatiran besar tentang potensi terjadinya serangkaian serangan siber.
"Ada kekhawatiran tentang peningkatan serangan siber canggih yang melampaui apa yang telah diantisipasi," kata Masahiko Kato, ketua Asosiasi Perbankan Jepang dan presiden Mizuho Bank, dalam sebuah konferensi pers, dikutip dari Reuters, Jumat (19/6/2026).
"Layanan tertentu seperti ATM dapat ditangguhkan secara proaktif untuk melindungi aset pelanggan," katanya.
Baca Juga:
Dihujani Teror Usai Bongkar Kasus Andrie Yunus, Ketua HMI Jabar Dapat Ancaman Mengerikan
Anthropic memperingatkan dalam peluncuran Mythos pada April lalu, bahwa produk tersebut telah mengungkap ribuan kerentanan software, termasuk kelemahan di setiap sistem operasi dan peramban utama. Antrhopic juga mengatakan dampak dari penyebarannya bisa sangat parah.
Bank telah memperketat pemeriksaan pada tool AI semacam itu dan pemerintah AS pekan lalu memerintahkan Anthropic untuk menangguhkan akses ke model AI mutakhirnya untuk warga negara asing dengan alasan keamanan nasional.
[Redaktur: Alpredo Gultom]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.