WAHANANEWS.CO, Jakarta - Presiden Amerika Serikat, Donald J. Trump, mengeluarkan ancaman mengerikan yang dipenuhi kata-kata makian pada hari Minggu, (05/04/2026).
Trump memperingatkan Teheran bahwa mereka memiliki waktu hingga Selasa malam untuk membuka kembali Selat Hormuz, atau Amerika Serikat akan membumihanguskan seluruh pembangkit listrik dan jembatan di negara tersebut.
Baca Juga:
Militer Iran Tegaskan Misi Penyelamatan F-15 AS Berakhir Gagal Total
Ancaman keras ini disampaikan Trump melalui akun media sosial Truth Social miliknya dengan menegaskan bahwa militer Amerika Serikat siap melakukan tindakan ekstrem jika tuntutannya tidak segera dipenuhi. Trump menggeser tenggat waktu yang sebelumnya hari Senin menjadi Selasa malam dalam unggahan yang sangat agresif tersebut.
"Selasa akan menjadi Hari Pembangkit Listrik, dan Hari Jembatan, semuanya digabung menjadi satu, di Iran. Tidak akan ada yang seperti itu!!! Buka Selat Sialan itu, kalian bajingan gila, atau kalian akan hidup di Neraka - LIHAT SAJA! Puji Tuhan. Presiden DONALD J. TRUMP," tulis Trump mengutip The Guardian.
Trump kemudian mempertegas batas waktu serangannya dalam unggahan susulan di hari yang sama. Ia memberikan detail waktu yang sangat spesifik bagi otoritas Iran untuk segera tunduk pada kemauan Washington atau menghadapi kehancuran total infrastruktur nasional mereka.
Baca Juga:
Dua Hari Hilang di Iran, Pilot F-15E AS Diselamatkan Lewat Operasi Militer Dramatis
"Selasa, 8:00 malam Waktu (Pantai) Timur!" tambah Trump dalam unggahan selanjutnya untuk memperjelas durasi ultimatum tersebut.
Meski melontarkan ancaman perang terbuka, Trump sempat memberikan sinyal adanya kemungkinan kesepakatan damai dalam wawancaranya dengan Fox News. Ia menyebut bahwa negosiasi sebenarnya sedang berlangsung, namun ia tetap menyiapkan opsi paling radikal untuk mengamankan sumber daya energi.
"Ada peluang bagus untuk sebuah kesepakatan pada hari Senin. Jika mereka tidak membuat kesepakatan dengan cepat, saya mempertimbangkan untuk meledakkan segalanya dan mengambil alih minyaknya," ujar Trump dalam wawancara tersebut.