WAHANANEWS.CO, Jakarta - Pernah merasa pikiran terus tertuju pada satu barang tertentu hingga muncul dorongan kuat untuk segera menekan tombol checkout?
Menurut para ilmuwan, kondisi tersebut terjadi ketika sistem reward di otak aktif dan melepaskan dopamin, yaitu zat kimia yang memicu rasa antusias, harapan, dan motivasi untuk mendapatkan sesuatu yang dianggap bernilai.
Baca Juga:
Belanja Online Terancam Lebih Mahal, YLKI Soroti Dampak Kenaikan Biaya Logistik
Melansir jurnal ilmiah Frontiers in Neuroscience, area otak yang paling berperan dalam proses ini adalah ventral tegmental area (VTA) dan nucleus accumbens, dua pusat reward yang membuat seseorang merasa sangat terdorong untuk memiliki produk yang diinginkan.
Menariknya, sensasi paling kuat justru sering muncul sebelum transaksi dilakukan, yaitu ketika konsumen membayangkan bagaimana rasanya memiliki barang tersebut.
Jika produk itu diasosiasikan dengan status sosial, kenyamanan, atau rasa percaya diri, amigdala akan memperkuat muatan emosional sehingga keinginan membeli menjadi semakin besar.
Baca Juga:
Dilema Cinta dan Uang, ‘Dopamin’ Sajikan Drama Rumah Tangga Penuh Ketegangan
Sementara itu, korteks prefrontal yang bertugas mengendalikan logika dan pertimbangan keuangan berusaha menahan impuls agar keputusan tetap rasional.
Namun ketika emosi terlalu dominan, dorongan dari sistem reward dapat mengalahkan kontrol diri.
Akibatnya, konsumen membeli barang yang sebenarnya belum tentu dibutuhkan.