WAHANANEWS.CO, Jakarta - Kasus dugaan korupsi yang menyeret PT Pupuk Indonesia kembali menjadi sorotan setelah desakan publik dan para pakar hukum terus menggema, mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera bertindak.
Nilai kerugian negara yang disebut-sebut mencapai Rp8,3 triliun menjadi sorotan utama dalam kasus ini.
Baca Juga:
Khalid Basalamah Kembalikan Uang Kuota Haji ke KPK Rp8,4 Miliar
Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, mengungkapkan bahwa lembaganya telah memperoleh informasi awal terkait dugaan manipulasi laporan keuangan di tubuh PT Pupuk Indonesia.
"Kita sudah dapat beberapa info," ujar Fitroh pada wartawan, Selasa (22/4/2025).
Meski begitu, Fitroh menegaskan bahwa informasi tersebut belum dapat disampaikan ke publik secara terbuka.
Baca Juga:
Diduga Pakai Surat Pengunduran Diri, Modus Bupati Tulungagung Peras Pejabat
"Nanti kita sampaikan ke masyarakat," katanya.
Ia menambahkan bahwa saat ini laporan tersebut masih berada dalam tahap telaah awal oleh Direktorat Pelayanan Laporan Pengaduan Masyarakat (PLPM), atau yang dikenal dengan istilah Dumas.
"Itu kan sepertinya di Dumas masih," imbuhnya.