WahanaNews.co, Jakarta - Calon Presiden nomor urut 1 Anies Baswedan menyindir langkah pemerintah yang dinilai terlalu fokus dalam pembangunan infrastruktur tanpa memikirkan solusi bagi masyarakat.
Kritikan tersebut disampaikan Anies saat menjawab pertanyaan terkait kebijakan investasi yang tidak memberi hasil setimbal bagi daerah dalam acara Sarahsehan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, di Jakarta, Jumat (02/02/24).
Baca Juga:
Diskon Tarif Tol saat Nataru, Hitungan Wamen PU: Manfaatnya Rp 11,93 Miliar
Anies kemudian mencontohkan pembangunan Jalan Tol Trans Jawa yang dinilai dilakukan tanpa mengantisipasi efek sampingnya.
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu tidak menampik apabila proyek itu sangatlah diperlukan untuk mempermudah sistem logistik di Pulau Jawa. Hanya saja, kata dia, pembangunan dilakukan tanpa memikirkan solusi bagi warga yang tinggal di Jalur Pantura.
"Membangun jalan bebas hambatan dari barat sampai ke timur itu bagus, enggak ada pertanyaan. Itu dibutuhkan supaya sistem logistik kita bisa berjalan dengan efisien," jelasnya.
Baca Juga:
Ratusan Kilometer Tol Baru Resmi Beroperasi, Indonesia Kian Terkoneksi
"Tapi kita lupa memikirkan exit strategy bagi kawasan Pantura. Ini exit-nya bagaimana mereka? Pokoknya bangun jalan tol, Pantura-nya mati, ya mohon maaf enggak ada perubahan," imbuhnya.
Anies menyebut akibat tidak adanya solusi tersebut justru malah mematikan perekonomian masyarakat Pantura. Ia mengatakan saat ini banyak hotel, bengkel hingga rumah makan banyak tutup pasca pembangunan tol Trans Jawa.
Padahal, menurutnya, kondisi tersebut tidak mungkin terjadi jika negara mau memikirkan exit strategy bagi warga Pantura sebelum membangun tol Trans Jawa. Masyarakat, kata dia, bisa mengantisipasinya dengan membangun usaha lain sebelum kawasan Pantura 'ditinggalkan'.