WAHANANEWS.CO, Jakarta - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menerima kunjungan khusus dari Ketua Umum Pimpinan Pusat Kolektif (PPK) Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong 1957 (KOSGORO 1957), Dave Akbarshah Fikarno Laksono, di Jakarta, Selasa (3/3/2026).
Pertemuan yang berlangsung secara terbatas tersebut telah dijadwalkan sebelumnya. Agenda utama pembahasan meliputi konsolidasi organisasi KOSGORO 1957 serta dinamika kerja politik Dave Laksono sebagai Wakil Ketua Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Golkar.
Baca Juga:
Kerja Sama Dagang RI–AS Menguat, Investasi Mineral Wajib Bangun Smelter di Dalam Negeri
Suasana diskusi berlangsung hangat dan konstruktif, dengan fokus pada penguatan organisasi dan soliditas kader menjelang agenda besar tahun 2026.
Dalam kesempatan itu, Dave Laksono menyampaikan bahwa KOSGORO 1957 sebagai salah satu organisasi pendiri Partai Golkar akan menggelar Musyawarah Besar (Mubes) pada 2026.
Agenda tersebut direncanakan paling lambat Juli 2026 dengan lokasi yang tengah dipertimbangkan antara DKI Jakarta atau Jawa Barat.
Baca Juga:
Bahlil Yakin Hakim MK Berlatar Politisi Tetap Independen dan Milik Negara
Mubes tersebut akan menjadi forum strategis untuk menentukan arah organisasi sekaligus memilih Ketua Umum PPK KOSGORO 1957 masa bakti 2026–2031.
Setelah mendengar pemaparan tersebut, Bahlil menyampaikan dukungan terhadap suksesnya pelaksanaan agenda organisasi Tri Karya pendiri Partai Golkar itu.
Dukungan tersebut ditegaskan sebagai bentuk komitmen terhadap proses demokrasi internal organisasi.
"Ketua Umum DPP Partai Golkar Bapak Bahlil Lahadalia menymbut baik rencana Mubes Kosgoro 1957", kata Dave Laksono kepada wartawan, Selasa (3/3/2026) usai pertemuan empat mata dengan Bahlil Lahadalia.
Menurut Dave, dalam pembicaraan itu Bahlil secara tegas menyatakan tidak akan melakukan intervensi dalam proses pencalonan maupun pelaksanaan Mubes mendatang.
"Ketua Umum Bahlil Lahadalia tidak ada campur tangan dengan pencalonan seseorang atau tidak mendukung secara khusus seseorang yang akan maju menjadi calon Ketua Umum PPK Kosgoro 1957", tutur Dave menirukan pernyataan Ketua Umum Bahlil.
Dave menjelaskan, sikap tersebut penting untuk meluruskan berbagai klaim yang berkembang di internal organisasi.
Ia menilai pernyataan Bahlil sekaligus menepis isu adanya dukungan khusus kepada figur tertentu menjelang Mubes.
"Kita bangga dengan sikap arif dan bijaksana seorang Ketum Bahlil yang tidak berpihak kepada salah satu calon dan mendukung suksesnya pelaksanaan Mubes Kosgoro 1957 secara demokratis adalah menjadi modal semangat dan pegangan bagi semua keluarga besar Kosgoro 1957 guna terlaksananya Mubes secara fair dan demokratis", ujarnya.
Lebih lanjut, Dave mengungkapkan bahwa sikap Bahlil tersebut juga telah disampaikan kepada senior Partai Golkar, H. R. Agung Laksono, yang pernah menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golkar dan Ketua DPR RI dari Fraksi Golkar.
"Sikap yang disampaikan pak Bahlil kepada kami dalam pertemuan itu, juga telah disampaikan kepada Senior Partai Golkar yang juga Ketua Majelis Pertimbangan Organisasi Kosgoro 1957 Bapak H.R Agung Laksono, yaitu tidak ada keberpihakan atau mendukung salah satu calon ketua umum Kosgoro 1957 yang akan maju pada Mubes nanti:, tuturnya mengisahkan hasil pertemuan H.R. Agung Laksono beberapa waktu lalu dengan Bahlil.
Pertemuan yang berlangsung di lingkungan Kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral tersebut ditutup dengan pesan dan doa dari Bahlil agar seluruh rangkaian Mubes berjalan lancar serta menghasilkan keputusan terbaik bagi organisasi.
"Semoga acara Mubes berjalan baik, Lancar dan sukses". kata Dave menirukan pesan Bahlil.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]