WAHANANEWS.CO, Jakarta - Operasi tangkap tangan kembali mengguncang dunia politik daerah setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman dalam operasi senyap yang digelar pada Jumat (13/3/2026).
Penangkapan tersebut menambah daftar kepala daerah yang terjerat operasi tangkap tangan lembaga antirasuah pada awal tahun 2026.
Baca Juga:
Tragedi Randika: Pemuda 'Broken Home' Meninggal Karena Lapar, Tinggalkan Surat Terakhir
"Benar (Bupati Cilacap ditangkap)," ujar Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto saat dikonfirmasi mengenai operasi tersebut, Jumat (13/3/2026).
Meski membenarkan adanya penangkapan terhadap kepala daerah tersebut, KPK hingga kini belum memberikan rincian mengenai pihak-pihak lain yang turut diamankan dalam operasi tersebut.
Lembaga antirasuah itu juga belum mengungkapkan barang bukti apa saja yang berhasil disita penyidik selama operasi tangkap tangan berlangsung.
Baca Juga:
Gubernur Jawa Tengah Percepat Replikasi TPST RDF Jeruklegi ke Daerah Lain
Syamsul Auliya Rachman sendiri diketahui merupakan sosok yang cukup dikenal di Cilacap dengan latar belakang birokrasi sebelum menapaki karier politik.
Ia lahir di Cilacap pada 30 November 1985 dan mengenyam pendidikan dasar di SDN Tritih Wetan 1 pada 1992-1998.
Pendidikan menengahnya kemudian ditempuh di SMP Negeri 5 Cilacap pada 1998-2001 dan dilanjutkan ke SMA Negeri 1 Cilacap pada 2001-2004.