Dia menggambarkan pertemuan itu bak proses perjodohan yang saling melempar tanya dan melihat peluang yang ada.
"Itulah yang kemudian akhirnya usut punya usut, diskusi punya diskusi kesimpulannya tanggal itu kemudian menyatakan sepakat NasDem dan PKB berkoalisi dan akhirnya deklarasi pada tanggal 2 September di Hotel Majapahit, Surabaya," ungkapnya.
Baca Juga:
PKB Dorong Pembatasan Kompetisi Politik, Pilkada Jadi Sorotan
Lebih lanjut, Cak Imin mengatakan deklarasi tersebut turut menaikkan angka elektabilitas Anies sebagai bacapres. Dia juga menyingung soal elektabilitas Prabowo yang turun saat itu.
"Dari kesimpulan itu akhirnya saya sadar sepenuhnya bahwa ini takdir, waktu begitu cepat," pungkasnya.
Kendati begitu, dia menilai wajar dinamika politik yang terjadi saat ini. Dia meyakini apa yang terjadi memang sudab takdirnya.
Baca Juga:
Usulan Cak Imin Gubernur Dipilih Pusat, Ketua Komisi II Sebut Berpotensi Kangkangi konstitusi
"Karena memang dinamika politik yang terjadi begitu cepat sekali di luar kalkulasi yang sebetulnya terkonsep. Semua serba takdir yang memutuskan ini semua," ucapnya.
Sebagai informasi, PKB hengkang dari koalisi pendukung Prabowo. PKB memilih berkoalisi dengan NasDem dan mengusung Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Cak Imin) di Pilpres 2024.
Adapun deklarasi Anies-Cak Imin telah digelar di Hotel Majapahit Surabaya, Sabtu (2/9/2023).