“Saya kira menjadi lucu dan menjadi aneh ketika masalah kenaikan BBM yang diakibatkan dari efek domino dari perang Rusia dengan Ukraina, kemudian disalahkan atau dicap gagal karena Indonesia tidak bisa menekan harga global,” ujarnya pula.
Dia menjelaskan bahwa harga minyak dunia melonjak. Sehingga, kata Rahmad jika harga BBM tidak dinaikkan, maka APBN akan mengalami perubahan yang sangat besar.
Baca Juga:
Maruli Siahaan Jenguk Anggota PPSD Siahaan yang Kecelakaan di Medan
Menurut dia lagi, jika mengalami perubahan, maka dampaknya terhadap sejumlah program pemerintah seperti bantuan sosial (bansos) atau bantuan langsung tunai (BLT) akan terganggu.
“Kalau kita tidak naikkan, akan terjadi subsidi yang sangat besar, sehingga dampaknya kepada program-program kerakyatan akan terganggu. Mana ada negara yang bisa menghindar terhadap kenaikan harga BBM akibat dampak perang Rusia dengan Ukraina, saya kira itu fakta ya,” kata dia lagi.
Karena itu, dia mengajak siapa pun terutama yang menuding Pemerintah gagal untuk belajar menganalisa kondisi global saat ini.
Baca Juga:
Anggota DPR RI Komisi XIII, Maruli Siahaan, Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Medan
Dia juga mengajak menganalisa mengapa harga BBM di seluruh dunia naik atau mengalami inflasi.
“Ayo belajar terhadap situasi seluruh dunia. Kita percaya Pemerintah akan berupaya keras terhadap kenaikan itu bisa ditekan meskipun inflasi pasti naik, harga BBM otomatis, tapi bagaimana agar kenaikan itu bisa disesuaikan dengan kondisi masyarakat saat ini,” ujarnya lagi. [rin]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.