Rahmat menilai rangkaian peristiwa itu memperkuat dugaan bahwa penolakan terhadap MBG tidak sepenuhnya lahir dari aspirasi murni mahasiswa.
BEM Bersatu pun menyatakan menolak keras apabila gerakan mahasiswa dijadikan alat bagi kepentingan politik praktis maupun agenda elektoral.
Baca Juga:
Permohonan JC Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ditelaah Jampidsus
“Kami, BEM Bersatu, menolak segala bentuk penunggangan gerakan mahasiswa oleh kepentingan politik praktis. Gerakan mahasiswa harus tetap menjadi suara rakyat, bukan alat elite dalam perebutan kekuasaan,” tegasnya.
Menurut Rahmat, mahasiswa tidak boleh kehilangan posisi moral sebagai pengawal kepentingan publik hanya karena ditarik ke dalam pertarungan elite.
Ia menilai sejumlah aksi mahasiswa belakangan ini mulai menunjukkan gejala kehilangan arah karena tidak ditopang kajian yang kuat.
Baca Juga:
MBG Diprotes Mahasiswa, Pemerintah Tegas Bilang Program Tak Akan Disetop
“Kami menilai sejumlah aksi mahasiswa belakangan ini mulai kehilangan arah, ditandai minim kajian, lemahnya argumentasi, dan ketidakjelasan substansi tuntutan. Kondisi ini memunculkan pertanyaan apakah gerakan masih berpihak kepada rakyat atau telah disusupi agenda tertentu,” kata Rahmat.
BEM Bersatu melihat substansi penolakan MBG perlu diuji secara serius, terutama karena program tersebut menyasar perbaikan gizi dan kesejahteraan masyarakat bawah.
Rahmat menyebut kritik terhadap tata kelola tetap diperlukan, tetapi penolakan total terhadap program sosial justru berpotensi merugikan masyarakat penerima manfaat.