“Sementara itu, program makan bergizi gratis yang berdampak langsung pada gizi dan kesejahteraan masyarakat justru menjadi sasaran penolakan, meski perbaikan tata kelola tetap diperlukan,” ujarnya.
Rahmat juga meminta publik tidak mudah terjebak dalam narasi krisis yang tidak disertai data kuat.
Baca Juga:
Permohonan JC Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ditelaah Jampidsus
Menurutnya, isu besar seperti pemberantasan korupsi dan perbaikan tata kelola negara tidak boleh dikaburkan oleh gerakan yang diduga membawa agenda tersembunyi.
“Kami menyayangkan dugaan pemanfaatan aksi mahasiswa oleh pihak luar sebagaimana telah diklarifikasi sejumlah BEM, termasuk Universitas Negeri Jakarta dan Unindra (Universitas Indraprasta PGRI),” tambahnya.
BEM Bersatu menilai klarifikasi dari sejumlah internal BEM kampus menjadi sinyal bahwa dugaan penunggangan gerakan mahasiswa harus ditelusuri lebih jauh.
Baca Juga:
MBG Diprotes Mahasiswa, Pemerintah Tegas Bilang Program Tak Akan Disetop
Rahmat menegaskan gerakan mahasiswa harus dibersihkan dari segala bentuk kucuran dana, fasilitas, maupun setiran politik praktis.
BEM Bersatu juga menyatakan tetap mendukung keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis dengan catatan harus ada perbaikan sistem, pengawasan, dan penegakan hukum terhadap setiap dugaan penyimpangan.
Aliansi tersebut menekankan bahwa dukungan terhadap MBG tidak berarti menutup mata terhadap dugaan korupsi yang muncul dalam tata kelola program.