Danke kemudian mengakui adanya kesalahan dalam surat tersebut dan menjelaskan bahwa terjadi kekeliruan pengetikan pada bagian istilah.
“Siap salah,” jawab Danke singkat saat dikonfirmasi dalam rapat.
Baca Juga:
DPR Serahkan Sanksi Jaksa Karo ke Kejagung, Hinca: Beri Waktu Mereka Bekerja
Ia juga menyampaikan bahwa kesalahan tersebut bukan unsur kesengajaan, melainkan kekhilafan dalam proses administrasi internal.
Habiburokhman pun mempertanyakan bagaimana surat penting bisa ditandatangani tanpa pengecekan detail oleh pimpinan.
Ia menilai hal tersebut menunjukkan lemahnya kehati-hatian dalam penanganan dokumen hukum strategis.
Baca Juga:
Kejagung Turun Tangan, Jajaran Kejari Karo Diperiksa Imbas Kasus Amsal Sitepu
Selain polemik surat, DPR juga mencium adanya indikasi perlawanan dari pihak tertentu pasca vonis bebas Amsal Sitepu.
Habiburokhman sebelumnya mengungkap munculnya aksi demonstrasi di Sumatera Utara yang diduga berkaitan dengan dinamika kasus tersebut.
“Kami melihat adanya perlawanan,” kata Habiburokhman dalam pernyataan sebelumnya.