WahanaNews.co | Advokat Yusril Ihza Mahendra enggan menanggapi tudingan mematok honor Rp 100 miliar untuk menjadi kuasa hukum.
Sebelumnya, tudingan itu disampaikan Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat, Andi Arief.
Baca Juga:
Kejahatan Siber Meningkat, Yusril Dorong Optimalisasi Pemulihan Kerugian Negara
Yusril mengatakan akan berfokus pada persidangan di Mahkamah Agung (MA) terkait gugatan yang diajukan kader Demokrat kubu Moeldoko.
Ia tak mau berurusan dengan hal yang tidak substansial.
"Enggak usah ditanggapi omongan Andi Arief sama Rachland. Biarkan saja. Saya takkan terpancing untuk menari-nari mengikuti irama gendang yang mereka tabuh," kata Yusril, lewat pesan singkat kepada wartawan, Kamis (30/9/2021).
Baca Juga:
Menko Yusril: Stabilitas Pemerintahan Bukan Ditentukan Ambang Batas
Yusril berpendapat, urusan honor kuasa hukum tak sepatutnya dibicarakan di ruang publik.
Menurutnya, seorang advokat harus menjaga hubungan baik dan privasi klien.
Lebih lanjut, Yusril berkata, semua pihak harus siap saat perkara sudah didaftarkan ke pengadilan.