Kerja sama dalam kerangka MDCP ini diarahkan untuk memperluas kolaborasi strategis di berbagai sektor pertahanan, termasuk pengembangan kapasitas, teknologi militer generasi berikutnya, peningkatan kesiapan operasional, serta pendidikan militer profesional.
“Kerja sama ini dilandasi prinsip saling menghormati, saling percaya, dan saling menguntungkan,” tegas Rico.
Baca Juga:
Arab Saudi Panik, Blokade Hormuz Bisa Picu Iran Tutup Jalur Laut Merah
Selain itu, kolaborasi juga mencakup penguatan hubungan antarpersonel pertahanan kedua negara sebagai bagian dari upaya membangun kemitraan jangka panjang yang solid.
Kementerian Pertahanan menilai kerja sama ini sebagai peluang penting untuk meningkatkan kapasitas pertahanan nasional, tanpa mengabaikan prinsip politik luar negeri bebas aktif yang menjadi pijakan utama Indonesia.
Dengan demikian, pemerintah memastikan setiap bentuk kerja sama tetap berada dalam koridor kepentingan nasional dan penghormatan terhadap kedaulatan negara.
Baca Juga:
Operasi Blokade Dimulai, Trump Ancam Hancurkan Kapal di Selat Hormuz
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.