“Tidak ada ajaran agama yang membenarkan membunuh orang lain tanpa alasan. Pendekatan ini yang kami gunakan dalam menyelesaikan konflik di Poso dan Ambon,” ucapnya.
Dalam konteks bencana alam, Kalla menekankan pentingnya semangat gotong royong sebagai kekuatan utama dalam aksi kemanusiaan di Indonesia.
Baca Juga:
KPK Panggil Tujuh Pejabat Biro Haji, Dalami Kasus Dugaan Korupsi Kuota 2023–2024
Menurutnya, keterlibatan masyarakat luas terbukti efektif dalam berbagai peristiwa besar seperti tsunami Aceh dan pandemi COVID-19 yang membutuhkan respons cepat dan masif.
“Contohnya dana PMI berasal dari masyarakat. Mereka percaya bahwa bantuan yang diberikan akan disalurkan dengan baik,” ujarnya.
Sebagai Ketua Palang Merah Indonesia, ia mengungkapkan bahwa PMI saat ini didukung sekitar 1,5 juta relawan dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa hingga tenaga medis.
Baca Juga:
Pemkab Karawang Terapkan Kebijakan WFH bagi ASN, Pelayanan Publik Tetap Berjalan Optimal
Ia juga mengajak perguruan tinggi untuk berkontribusi lebih jauh melalui riset yang berdampak langsung pada upaya mitigasi bencana dan pelestarian lingkungan.
“Di sini kita berharap kampus bisa membuat penelitian yang langsung berdampak terhadap upaya menghindari bencana alam, termasuk bagaimana cara agar alam jangan rusak,” kata dia.
[Redaktur: Angelita Lumban Gaol]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.