Kapolres menegaskan setiap aksi kekerasan yang meresahkan warga akan diproses sesuai hukum yang berlaku, namun masyarakat juga diimbau tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi.
“Percayakan kepada kami, baik Polri maupun TNI. Jangan mudah terhasut atau menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya karena dapat mengganggu situasi yang sudah kondusif,” katanya.
Baca Juga:
Esau Tatogo Harap Musyawarah Pastoral Mee Lahirkan Rekomendasi Pastoral yang Menyentuh Kehidupan Nyata Umat
Sementara itu, Bupati Nabire Mesak Magai menekankan pentingnya jaminan keamanan agar aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial masyarakat tetap berjalan normal.
“Kita percaya aparat keamanan telah bekerja keras. Apalagi Nabire kini menjadi ibu kota Provinsi Papua Tengah sehingga kehadiran satuan TNI-Polri semakin memperkuat pengamanan daerah,” katanya.
Ia berharap seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan dan tidak terpengaruh isu-isu yang berpotensi memperkeruh suasana sehingga kondisi kamtibmas tetap kondusif.
Baca Juga:
Stikes Persada Nabire Sampaikan Terima Kasih atas Bantuan Pemprov Papua Tengah
Sebelumnya, KKB pimpinan Aibon Kogoya melakukan penyerangan di lokasi tambang emas milik PT Kristalin di Nabire pada Sabtu (21/2/2026).
Pasca-penyerangan tersebut, aparat gabungan TNI-Polri melaksanakan operasi penegakan hukum terhadap kelompok tersebut yang berujung kontak tembak di hutan Nabarua, Kampung Kali Haparan, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire pada Minggu (1/3/2026).
Dalam operasi itu, aparat berhasil menguasai lokasi dan mengamankan berbagai barang bukti berupa 561 butir amunisi berbagai kaliber, 10 magazen senjata api jenis SS1, serta satu senjata api jenis AK-101.