Karangan bunga tersebut tidak ditempatkan di depan Gedung MK, melainkan disimpan di lorong dekat kantin di dalam gedung.
"Karena ada tone seperti itu lah (mendukung Prabowo-Gibran), maka supaya kondusif semua, enggak ada yang memihak kemana-mana ini MK, kami terima tapi kami tempatkan supaya tidak terlalu dilihat orang," tegas Fajar.
Baca Juga:
Putusan Mahkamah Konstitusi, Wartawan Tidak Bisa Dipidana atas Karya Jurnalistik
Dia melanjutkan, dirinya tak yakin kapan karangan bunga itu datang. Tapi menurut dia, karangan bunga itu datang tadi pagi atau Kamis malam.
Fajar pun tak mengetahui siapa yang mengirimkan karangan bunga tersebut.
"Enggak ada itu, kan cuma begitu aja," katanya.
Baca Juga:
MK Putuskan Karya Jusnalistik Wartawan Tak Bisa Langsung Dipidana atau Perdata, Harus Lewat Dewan Pers
Lantas, seperti apa isi tulisan dalam karangan bunga tersebut?
"Kata Prof. Mahfud, yang kalah pasti teriak curang," bunyi karangan bunga yang dikirim oleh Pemuda Joglosemar.
Sedangkan karangan bunga dari Citizens Gemblong menyinggung tim sepak bola. "Manchester United nggak pernah nuduh Manchester City menang karena bansos, meskipun mereka merah dan biru langit."