WahanaNews.co, Surabaya - Pihak Wedding Organizer (WO) prewedding penyulut flare yang memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Blok Savana Lembah Watangan atau Bukit Teletubbies di Gunung Bromo, melaporkan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS).
Hasmoko, selaku kuasa hukum pihak WO mengatakan laporan mereka menilai ada kelalaian BB TNBTS yang menyebabkan Bromo terbakar.
Baca Juga:
BB TNBTS Catat 8.525 Kunjungan Wisatawan ke Gunung Bromo saat Libur Panjang
Kelalaian ini, kata Hasmoko, lantaran pihak BB TNBTS tidak menerapkan sistem pengamanan dan antisipasi kebakaran lantaran tidak adanya fasilitas pemadam atau siaga kebakaran.
"Setelah kami investigasi tentunya akan ada langkah-langkah hukum dari kami untuk melaporkan pihak-pihak terkait dengan tidak adanya sistem keamanan kepada pengunjung termasuk fasilitas umum lain," kata Hasmoko, Jumat (15/9) seperti dikutip dari detik.com.
Disampaikan Hasmoko, lewat laporan ini diharapkan pengelolaan wisata Bromo-Tengger-Semeru semakin lebih baik di masa mendatang dan tidak melulu berorientasi bisnis semata dalam mengelola lahan di Bromo.
Baca Juga:
Hakim Vonis Terdakwa Karhutla Gunung Bromo 2,5 Tahun Penjara
"Agar ke depannya bisa lebih bagus dan lebih tertib lagi. Kalau kami amati, kalau melihat dari kelalaian itu, orientasinya (BB TNBTS) hanya kepada bisnis semata," ucap dia.
Merespons rencana pelaporan ini, pihak BB TNBTS belum berkomentar banyak. Namun, mereka menyatakan akan proporsional dalam menghadapi laporan tersebut.
"Saya tidak bisa menanggapi tentang hal ini," ujar Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar TNBTS Septi Eka Wardhani dikutip dari detikcom, Sabtu (16/9).