WAHANANEWS.CO, Makassar - Pihak keluarga mencurigai sejumlah orang yang diduga sebagai pelaku penembakan pengacara, Rudi S Gani (49) di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, di malam tahun baru.
"Yang saya curigai ada tiga orang. Kecurigaan itu wajar yang berhubungan dengan perkara yang ditangani oleh bapak. Jadi saya curigai mereka," kata istri korban, Maryam di Makassar, Minggu (5/1) melansir CNN Indonesia.
Baca Juga:
DPR RI Gelar RDP dengan DPN PERADI, Bahas Penguatan Profesi Advokat dan Reformasi Regulasi
Menurut Maryam, korban sempat menangani beberapa perkara sengketa lahan di Kabupaten Bone.
"Ada beberapa perkara penyerobotan lahan, semuanya ditangani di Bone," ungkapnya.
Sebelum peristiwa penembakan tersebut, korban sempat mendapatkan ancaman di media sosial dan beberapa orang menyampaikan kepada Maryam. Namun, korban tidak menganggap sebagai ancaman.
Baca Juga:
PKPA Peradi-UAI, Otto Hasibuan Soroti Perlindungan Profesi Advokat
"Kalau ancaman itu, saya tidak tahu apakah itu ancaman atau apa. Tapi dia (korban) bilang (bukan ancaman) seperti itu, ada yang bilang itu ancaman, kayak ancaman," jelasnya.
Ancaman itu datang setelah korban menangani perkara sengketa lahan sekitar satu bulan lalu.
"Kurang lebih empat minggu lalu, karena waktu itu, kami ke lokasi untuk memediasi di situ lah ada konflik," bebernya.