Kemlu juga menegaskan komitmennya untuk terus memperluas jangkauan promosi agar lebih banyak buyer potensial dari berbagai negara tertarik untuk berpartisipasi dalam BBTF 2026.
“Ke depan kami akan terus dorong agar pembaharuan informasi mengenai BBTF ini dapat terus digelorakan,” kata Heru.
Baca Juga:
Pemerintah Ingin Perbankan Perkuat Pembiayaan ke Sektor Riil
Selain promosi, Kemlu memastikan kesiapan dalam menghadapi potensi krisis, termasuk bencana maupun isu keamanan yang dapat muncul selama penyelenggaraan acara berlangsung.
Peran ini dinilai penting di tengah derasnya arus informasi global yang berpotensi memunculkan disinformasi atau isu negatif terhadap Indonesia.
“Kemlu juga memastikan hadir sebagai manajemen krisis,” ujarnya.
Baca Juga:
Arab Saudi Murka usai Menteri Israel Terobos dan Kibarkan Bendera di Al Aqsa
Tidak hanya itu, pemerintah juga berupaya mempermudah akses kedatangan para buyer melalui penguatan konektivitas internasional, khususnya transportasi udara menuju Indonesia.
Langkah ini diharapkan dapat menghilangkan hambatan bagi buyer potensial sekaligus meningkatkan partisipasi dalam ajang BBTF 2026.
“Kami akan memastikan bahwa penguatan kerja sama internasional, khususnya untuk mencegah hambatan bagi buyer potensial, sehingga mereka memiliki akses yang baik untuk masuk ke Indonesia,” kata Heru.