WAHANANEWS.CO, Jakarta -
Enam jam yang sunyi di Pendopo Kabupaten Pati berubah tegang ketika penyidik KPK keluar sambil menenteng koper dan kardus berisi barang bukti, memantik tanda tanya besar soal perkara yang sedang diburu lembaga antirasuah itu pada Kamis (22/1/2025).
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah Kantor Bupati Pati dan rumah dinas yang berada dalam satu komplek pendopo dengan pengamanan ketat sejak pagi hingga sore hari.
Baca Juga:
KPK dan Timor Leste Satukan Langkah Persempit Ruang Koruptor
Berdasarkan pantauan di lokasi, belasan penyidik meninggalkan area pendopo pada sore hari melalui pintu besi penghubung kantor dan rumah dinas.
Petugas yang mengenakan rompi bertuliskan KPK tampak membawa dua koper besar berwarna biru dan merah serta satu dus air mineral yang diduga berisi dokumen penting dan barang bukti elektronik.
Penggeledahan dilakukan dengan pengawalan personel kepolisian, sementara tim KPK menggunakan empat unit mobil operasional berpelat nomor H dan AB selama proses berlangsung.
Baca Juga:
KPK Tunda Periksa Yaqut, Penyidik Pilih Dalami Keterangan Saksi
Setelah pemeriksaan mendalam di dua titik tersebut, seluruh barang bukti langsung dimasukkan ke dalam salah satu mobil hitam yang terparkir di halaman depan pendopo.
Seorang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pati membenarkan lamanya proses penggeledahan yang dilakukan penyidik KPK.
"Tadi sekitar 6 jam, penyidik KPK melakukan penggeledahan di kantor dan rumah dinas Bupati Pati yang berada satu komplek dengan pendopo," ungkapnya.
Hingga rombongan penyidik meninggalkan lokasi, tidak ada keterangan resmi yang disampaikan kepada awak media terkait perkara yang tengah ditangani.
Penyidik KPK langsung bertolak meninggalkan Pendopo Kabupaten Pati dengan pengawalan kepolisian tanpa memberikan penjelasan tambahan.
Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kabupaten Pati, Teguh Widyatmoko, mengaku tidak mengetahui secara rinci maksud dan tujuan kedatangan KPK ke lingkungan pendopo.
"Saya tidak tahu kegiatan apa di dalam kantor dan rumah dinas Bupati Pati itu," ujar Teguh Widyatmoko saat dikonfirmasi.
Teguh menjelaskan bahwa dirinya tidak mendampingi proses penggeledahan karena sedang menjalankan agenda lain di luar lokasi.
"Setahu saya mereka masuk dan ada polisi yang berjaga di luar," katanya.
Ia menambahkan bahwa pada waktu bersamaan dirinya tengah memimpin rapat koordinasi bersama sejumlah dinas terkait penanganan bencana di Kabupaten Pati.
"Kami sedang fokus membahas penanganan bencana, sehingga tidak terlalu memperhatikan detail kegiatan di sana," imbuhnya.
Meski belum ada rilis resmi dari juru bicara KPK, koper dan dus yang dibawa penyidik disinyalir berisi dokumen krusial serta barang bukti elektronik untuk melengkapi berkas perkara.
Langkah penggeledahan ini umumnya dilakukan KPK untuk memperkuat pembuktian dalam perkara tindak pidana korupsi yang telah memasuki tahap penyidikan.
Kasus tersebut menambah daftar panjang aktivitas penindakan KPK di wilayah Jawa Tengah, sementara publik menunggu kepastian soal status hukum dan perkara yang menyeret lingkungan Pemerintah Kabupaten Pati.
[Redaktur: Angelita Lumban Gaol]