WAHANANEWS.CO, Jakarta - Polemik laporan terhadap komika Pandji Pragiwaksono yang diajukan Aliansi Muda Muhammadiyah (AMM) bersama Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (NU) sempat memanas di ruang publik, terutama setelah tudingan penghasutan dan penistaan agama mencuat dari materi pertunjukan stand up comedy Mens Rea yang tayang di Netflix.
Laporan tersebut bermula dari kegelisahan internal para kader yang menilai materi komedi itu menyentuh isu sensitif dengan menyeret nama organisasi keagamaan besar di Indonesia.
Baca Juga:
Mahfud MD Soal Mens Rea Pandji Pragiwaksono: Secara Hukum Tak Bisa Dipidana
Ketua Aliansi Muda Muhammadiyah, Tumada, menjelaskan bahwa langkah pelaporan lahir dari diskusi internal dan kajian bersama yang dilakukan secara mandiri oleh para anggota.
“Ini memang benar-benar pure gerakan organik yang memang kami bangun. Setelah melalui kajian bersama, kami menilai ada bagian-bagian yang berpotensi menyinggung kesalahpahaman publik,” ujar Tumada kepada wartawan, Minggu (11/1/2026).
Tumada memaparkan bahwa keberatan utama AMM tertuju pada pernyataan Pandji yang menyebut Muhammadiyah dan NU memperoleh jatah tambang dari Presiden terpilih Prabowo Subianto sebagai bentuk balas budi politik.
Baca Juga:
Isu Pelaporan Pandji Pragiwaksono, Menkum Akan Cek ke Kepolisian
Menurutnya, pernyataan tersebut dinilai menyesatkan karena menggeneralisasi tindakan individu seolah mewakili sikap resmi organisasi.
“Kami merasa bahwa itu bukan Muhammadiyah-nya, tapi perorangannya. Yang mana kemudian kalau kita berbicara soal organisasi per hari ini, itu tidak bisa dibawa-bawa,” kata dia.
Di tengah bergulirnya laporan, Pimpinan Pusat Muhammadiyah kemudian menyampaikan sikap resmi bahwa Aliansi Muda Muhammadiyah bukan merupakan organisasi struktural di bawah Muhammadiyah.
Ketua Biro Komunikasi dan Pelayanan Umum PP Muhammadiyah, Edy Kuscahyanto, menegaskan bahwa laporan tersebut tidak mencerminkan pandangan institusi.
“Aliansi Muda Muhammadiyah juga bukan organisasi resmi di Muhammadiyah. Mereka hanya individu yang mengatasnamakan Muhammadiyah,” kata Edy.
Menanggapi pernyataan itu, Tumada menyatakan pihaknya tidak mempermasalahkan sikap PP Muhammadiyah dan mengakui posisi AMM yang berada di luar struktur resmi.
Ia menegaskan bahwa meskipun tidak struktural, mayoritas anggota AMM merupakan warga Muhammadiyah yang merasa perlu menyuarakan kritik secara cepat dan mandiri.
“Karena memang kami memang terpisah dengan organisasi induk, maka kami sebenarnya memaknai jalan ini sebagai jalan kritis yang harus disuarakan cepat,” ujar Tumada.
AMM juga menyadari bahwa komedi merupakan bentuk ekspresi, namun mereka menilai penayangan Mens Rea di platform global seperti Netflix membuat dampak sosialnya jauh lebih luas.
Menurut Tumada, ruang publik yang besar menuntut kehati-hatian karena komedi tetap memiliki konsekuensi sosial terhadap persepsi masyarakat.
“Ketika di ruang publik dengan jangkauan luas, komedi juga kan sebenarnya memiliki dampak sosial,” kata Tumada.
Ia menyoroti salah satu kutipan Pandji yang paling dipermasalahkan, yakni pernyataan mengenai dugaan dukungan politik sebagai imbal balik pengelolaan tambang oleh organisasi keagamaan.
Bagi AMM, pernyataan tersebut berpotensi membentuk opini publik bahwa Muhammadiyah dan NU secara institusional terlibat dalam praktik politik balas budi.
Seiring berjalannya waktu dan meredanya tensi polemik, AMM mulai melunakkan sikap dan membuka ruang penyelesaian damai.
Tumada menegaskan bahwa pelaporan tidak dimaksudkan untuk memenjarakan Pandji, melainkan sebagai sarana klarifikasi dan evaluasi melalui jalur hukum.
“Langkah yang kami tempuh itu bukan semata-mata untuk pemidanaan. Melainkan sebagai mekanisme klarifikasi dan evaluasi melalui jalur yang sah,” ucap Tumada.
AMM juga menyatakan kesiapan untuk membuka komunikasi langsung dengan Pandji apabila memungkinkan demi mencari jalan keluar yang lebih konstruktif.
Sementara itu, Pandji Pragiwaksono merespons polemik tersebut dengan santai dari New York dan menyatakan dirinya dalam kondisi baik.
Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada para pendukung yang terus memberikan dukungan di tengah kontroversi yang berkembang.
"Gue juga baik-baik aja. Gue lagi di New York, abis ngisi siaran. Dan sekarang lagi mau balik ke rumah, lapar, mau balik ke anak-anak dan istri, dan makan malam sama mereka," ucap Pandji.
Dalam pernyataan lanjutannya, Pandji juga menyampaikan harapan baik kepada publik dan kecintaannya pada dunia komedi.
"Semoga lu juga sehat dan baik-baik aja. I love you guys. Dan terima kasih sudah mencintai dunia stand up comedy," lanjutnya.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]