WAHANANEWS.CO, Jakarta - Sebanyak 4.000 aparatur sipil negara (ASN) segera menjalani pendidikan dasar komponen cadangan (komcad), dan TNI Angkatan Darat menyatakan kesiapan penuh memfasilitasi pelatihan tersebut.
Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menegaskan pihaknya siap mendukung rencana Kementerian Pertahanan (Kemenhan) terkait pendidikan komcad bagi ribuan ASN, saat ditemui di Jakarta, Rabu (12/2/2026).
Baca Juga:
TNI AD Temukan Kotak Hitam Pesawat Jatuh di Pangkep
“Jadi kalau apa yang kami punya nanti petunjuknya bagaimana kita siapkan semaksimal mungkin apa yang kita bisa. Jadi memang yang paling punya banyak fasilitas untuk berlatih saya kira Angkatan Darat,” kata dia.
Ia menjelaskan bahwa TNI AD memiliki fasilitas pelatihan yang memadai, namun teknis pelaksanaan tetap menunggu kebijakan dan arahan dari Markas Besar (Mabes) TNI karena program ini akan melibatkan seluruh matra.
“Kebijakan ini saya kira dari Mabes TNI nanti. Mungkin lebih detail ditanya ke Mabes TNI. Perencanaan ini kan pasti nanti pelaksanaannya dilakukan oleh [TNI Angkatan] Darat, Laut, dan Udara,” ujarnya.
Baca Juga:
Pulihkan Transportasi, TNI AD Bangun Jembatan di Banyak Titik
Sementara itu, Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto menyampaikan bahwa pendidikan dasar komcad bagi 4.000 ASN kemungkinan dimulai pada April 2026.
“Mungkin nanti di akhir bulan depan. April mungkin kira-kira akan kita mulai nanti,” kata dia, saat ditemui di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (11/2/2026).
Ia menjelaskan bahwa peserta komcad tersebut akan direkrut dari berbagai kementerian dan lembaga, dengan nama-nama yang diusulkan langsung oleh masing-masing instansi.
“Nanti akan kita seleksi, [kalau] memenuhi syarat, baru kita mulai program tersebut,” tuturnya.
Menurut dia, program pelatihan ini merupakan bagian dari sistem pertahanan semesta Indonesia yang melibatkan seluruh komponen bangsa dalam upaya menjaga kedaulatan negara.
Ia juga memastikan bahwa pelaksanaan pendidikan komcad tidak akan mengganggu tugas pokok ASN di instansi masing-masing.
“Saya rasa ini akan sejalan dengan tugas mereka di ASN, ya. Ini kan hanya sekitar dua bulan mereka mendapatkan pelatihan komcad ini. Setelah itu, mereka kembali lagi melaksanakan tugas sebagai ASN. Jadi, tidak ada halangan ataupun konflik dari tugas-tugas mereka nantinya,” kata dia.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyatakan sebanyak 4.000 ASN kementerian dan lembaga di Jakarta akan diikutsertakan sebagai komcad pada semester pertama tahun ini.
Ia menjelaskan bahwa pelibatan ASN dalam komcad bertujuan menumbuhkan jiwa nasionalisme dan cinta tanah air dalam pengabdian kepada negara, dengan sasaran peserta berusia 18 hingga 35 tahun yang akan mengikuti berbagai pelatihan dasar militer.
Pernyataan tersebut disampaikan Menhan saat memberikan materi kepada anggota Persatuan Wartawan Indonesia dalam kegiatan retret di Pusat Kompetensi Bela Negara Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertahanan, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (31/1/2026).
[Redaktur: Angelita Lumban Gaol]