“Woi, ganggu woi! Woi, berhentikan itu, lagi konpers!” balas para kader yang mendukung Mardiono.
Sejumlah kader terlihat saling serang hingga pihak pengamanan internal PPP harus turun tangan untuk melerai.
Baca Juga:
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir Pamit dari PPP, Tegaskan Tak Ada Tekanan Politik
Meski demikian, ketegangan masih terasa lantaran perbedaan pandangan terkait arah partai menjelang pemilihan ketua umum.
Wakil Ketua Umum DPP PPP, Rusli Effendi, angkat bicara dengan meminta seluruh peserta muktamirin menahan diri.
“Perbedaan pendapat pasti ada dalam pemilihan ketua umum. Namun, bedanya ada yang mengedepankan kesantunan dan ada yang tidak. Jadi kami minta untuk semua muktamirin menahan diri untuk tidak mencederai proses pelaksanaan Muktamar X,” ujar Rusli di Ancol.
Baca Juga:
Dugaan Ijazah Palsu Menyeret Wagub Bangka Belitung ke Status Tersangka
Ia menegaskan bahwa PPP sebagai partai Islam seharusnya tidak mengedepankan kekerasan dan keributan.
Rusli menambahkan dirinya tidak ingin PPP kembali terjebak konflik seperti pada masa Romahurmuziy (Rommy) dan Djan Farid yang membuat partai terbelah menjadi dua kubu.
“Saya rasa konflik itu hanya membuat kita semakin jauh dengan masyarakat dan merupakan satu hal yang menyebabkan PPP ada di titik ini. Semoga tidak terulang kembali,” pungkasnya.