"Terhitung sejak hari Senin, 1 September 2025, DPP Partai NasDem menonaktifkan saudara Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach sebagai Anggota DPR-RI dari Fraksi Partai NasDem," tutur Hermawi.
Sebelumnya, Ahmad Sahroni menuai kecaman setelah melontarkan pernyataan kasar soal usulan pembubaran DPR.
Baca Juga:
MK Minta Revisi Aturan, Wacana Ambang Batas 7 Persen Menguat
"Mental manusia yang begitu adalah mental orang tertolol sedunia. Catat nih, orang yang cuma bilang bubarin DPR itu adalah orang tolol sedunia," ucap Sahroni saat berada di Sumatra Utara, Jumat (22/8/2025).
Ia juga sempat menyatakan mendukung aparat menangkap massa aksi penolak kenaikan tunjangan DPR yang bertindak anarkis, meski di antara mereka ada yang masih di bawah umur.
"Premanisme di republik ini enggak boleh ada, sekalipun di bawah umur, penjarakan. Jangan semau-maunya di republik ini,” kata Sahroni saat dihubungi, Selasa (26/8/2025).
Baca Juga:
Dari NasDem ke PSI, Jejak Politik Ahmad Ali dan Efek Domino
Sementara itu, Nafa Urbach mendapat hujan kritik karena membela tunjangan rumah DPR yang mencapai Rp 50 juta per bulan.
Ia menyebut nilai tersebut wajar dengan alasan harga rumah di kawasan Senayan yang tinggi.
"Saya saja yang tinggalnya di Bintaro, macetnya luar biasa," kata Nafa.