WahanaNews.co | Ketua
Umum PAN Zulkifli Hasan bergabung dalam pertemuan bersama Jokowi dan ketum
parpol lainnya di Istana Negara pada Rabu (25/8).
Baca Juga:
PSI Gaspol di Muara Enim, Rombak Total Mesin Politik Bidik 2029
Lalu bagaimana tanggapan Partai Hanura terkait bergabungnya
PAN dalam koalisi?
Sekjen Hanura, Gede Pasek Suardika, menegaskan sulit bagi
partainya untuk menanggapi hal itu. Sebab, dari awal mereka memang tak
dilibatkan dalam pembahasan.
"Waduh sulit dikomentari karena urusan Jokowi dengan
PAN. Kami juga merasa tidak pernah dilibatkan untuk hal tersebut, sehingga
memang wajar sulit ikut mengomentari," kata Gede Pasek, Jumat (27/8).
Baca Juga:
Polemik Ijazah, JK Angkat Suara Keras: Jangan Lupa, Saya yang Dorong Jokowi ke Puncak Kekuasaan
Padahal, sejauh ini Hanura merasa jadi salah satu partai
pengusung saat Pilpres 2019.
"Yang pasti sejarah kenaikan Jokowi selama dua periode
mencatat Hanura adalah partai pengusung yang konsisten dan telah melakukan
pengorbanan terbesar karena harus kehilangan banyak kursi karena di
daerah-daerah di mana Jokowi kalah, kader Hanura tetap dengan gagah memasang
baliho Jokowi dengan Caleg Hanura," ujarnya.
"Sementara di basis Jokowi juga tersedot karena tidak
mendapatkan manfaat elektoral karena tersedot ke partai asal Jokowi,"
tambahnya.