Terpisah, Direktur Teknik PT Nanggala Kencana Rekatama Indonesia Zaenal menyoroti pengalaman historis Indonesia yang kerap bergantung pada pemasok alutsista asing.
Ia menilai ketergantungan tersebut menyimpan risiko serius berupa embargo dan gangguan rantai pasok akibat dinamika geopolitik.
Baca Juga:
Italia Bekukan Perjanjian Pertahanan dengan Israel Usai Insiden Lebanon
Karena itu, Zaenal mendorong penguatan kemandirian industri pertahanan nasional.
Menurutnya, kemandirian akan menciptakan sistem pertahanan yang kuat dan berkelanjutan.
Selain memperkuat pertahanan, kemampuan mandiri juga diyakini menimbulkan efek gentar bagi pihak luar.
Baca Juga:
Jawab Polemik Overflight, Kemenhan: Tidak Termasuk MDCP RI-AS
Ia menilai Indonesia akan memiliki posisi tawar lebih kuat karena mampu memenuhi kebutuhan militernya sendiri.
“Hal ini meningkatkan posisi tawar Indonesia secara diplomatis,” ucap Zaenal.
Ia menambahkan pemerintah telah menempatkan kemandirian pertahanan sebagai visi strategis jangka panjang.