"Peluang partai baru tidak besar karena memperebutkan jumlah yang sama, kecuali jumlah partai Islam tidak banyak. Tidak prospektif," ujar Siti.
Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN Siti Zuhro mengatakan masyarakat Indonesia mengharapkan partai politik yang benar-benar memperjuangkan kepentingan dan aspirasi rakyat.
Baca Juga:
170 Tahun Jadi Misteri, Ahli Temukan Kaki Seribu Raksasa Panjangnya Hingga 2,6 Meter
"Orang Indonesia tidak menghendaki partai banyak, yang dimaui partai berkualitas, bisa mengakomodasi harapan masyarakat," kata dia di Jakarta, Selasa malam, 12 Juli 2022.
Menurut Siti, fenomena munculnya partai baru menjelang Pemilu tak serta merta membuat banyak masyarakat tertarik untuk memilih.
"(Itu) Dibuktikan dengan masyarakat tidak langsung pindah, Golkar sudah mempunyai pemilih tradisional, PDI Perjuangan mempunyai ceruk dukungan. Pangsa pasar ini yang tidak dipunyai partai baru," ujar dia.
Baca Juga:
Ini Kata Pakar, Soal Penemuan Jejak Kaki Dinosaurus Terbesar di Inggris
Siti mencontohkan, selama ini kandang banteng PDI Perjuangan ada di Jawa Tengah dan Bali. Sedangkan basis massa Partai Golkar berada di wilayah Timur Indonesia dan Sumatera.
Menurut peneliti senior BRIN itu, idealnya partai baru tidak sekonyong-konyong mengikuti pemilu setelah membuat deklarasi.
Beberapa partai baru bermunculan menjelang Pemilu 2024. Partai itu antara lain, Partai Gelora, Partai Buruh, Partai Ummat, Partai Pelita, Partai Prima, dan Partai Rakyat.