Ia menambahkan bahwa fokus pengamanan tidak hanya pada pelaksanaan misa di gereja, tetapi juga kegiatan perarakan atau pawai keagamaan di luar gereja yang melibatkan banyak masyarakat.
Seluruh personel juga diminta meningkatkan intensitas patroli, terutama di wilayah rawan dan pada waktu-waktu tertentu yang berpotensi terjadi gangguan keamanan.
Baca Juga:
IKIP 2026 Ditiadakan, KI Tegaskan Transparansi Tak Boleh Surut
Selain itu, sinergi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, serta pengamanan swakarsa dinilai menjadi kunci menjaga situasi tetap kondusif selama rangkaian Paskah berlangsung.
Potensi konflik sosial, tindak kejahatan konvensional, hingga ancaman bencana alam turut menjadi perhatian serius dalam pelaksanaan operasi tahun ini.
Karena itu, seluruh personel diinstruksikan untuk selalu siaga dan responsif terhadap setiap perkembangan situasi di lapangan.
Baca Juga:
OTT Bekasi Berlanjut, KPK Panggil Pihak Lippo Cikarang
Pengamanan juga difokuskan pada kegiatan perarakan laut yang menjadi tradisi khas di sejumlah wilayah NTT.
“Hindari terjadinya kecelakaan laut saat perarakan. Pastikan seluruh kapal memenuhi SOP kelayakan dan tidak melebihi kapasitas muatan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar seluruh personel menjalankan tugas secara profesional, humanis, dan penuh tanggung jawab dengan memperkuat sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan.