WAHANANEWS.CO, Jakarta - Karier Brigadir Jenderal TNI Esron Sinambela, S.S., S.H., M.H., memasuki babak penting setelah dipercaya menduduki jabatan Wakil Kepala Pengadilan Militer Utama (Wakadilmitama) Mahkamah Agung RI.
Perwira tinggi TNI AD kelahiran Humbang Hasundutan, 8 Februari 1970, tersebut dikenal sebagai prajurit Korps Hukum yang memiliki perjalanan panjang di lingkungan hukum dan peradilan militer.
Baca Juga:
Kapolres Toba Hadiri Pisah Sambut Dandim 0210/TU
Penunjukan Esron menjadi Wakadilmitama merupakan bagian dari mutasi dan rotasi jabatan perwira tinggi TNI yang ditetapkan melalui Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/159/II/2026 tertanggal 3 Februari 2026.
Esron sebelumnya bertugas sebagai Anggota Kelompok Hakim Militer Utama (Pokkimiltama) pada Pengadilan Militer Utama Mahkamah Agung RI.
Dalam perjalanan kariernya, Esron juga pernah dipercaya memimpin Pengadilan Militer Tinggi III Surabaya.
Baca Juga:
Ganggu Sistem Peradilan Pidana, Imparsial Desak Presiden Prabowo Cabut Perpres Pengamanan Jaksa oleh TNI
Promosi tersebut membawa Esron menggantikan Brigjen TNI Faridah Faisal yang sebelumnya menjabat Wakadilmitama Mahkamah Agung RI.
Faridah Faisal selanjutnya mendapat promosi sebagai Kepala Pengadilan Militer Utama (Kadilmitama) Mahkamah Agung RI sekaligus naik pangkat menjadi Mayor Jenderal TNI.
Mutasi tersebut tercantum dalam daftar resmi rotasi TNI dengan Faridah berpindah dari Wakadilmitama menjadi Kadilmitama, sedangkan Esron bergeser dari Anggota Pokkimiltama menjadi Wakadilmitama.
Perubahan kepemimpinan ini menempatkan dua perwira Korps Hukum TNI pada posisi penting dalam struktur peradilan militer tertinggi di bawah Mahkamah Agung RI.
Esron merupakan putra kelahiran Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, yang menempuh pendidikan tinggi di Universitas Sumatera Utara (USU).
Ia mengawali perjalanan militernya sebagai perwira karier TNI Angkatan Darat pada 1995 dari kecabangan Korps Hukum (Chk).
Latar belakang pendidikan Esron memperlihatkan konsistensinya mendalami bidang hukum yang kemudian menjadi jalur utama perjalanan karier militernya.
Selain menyandang gelar S.S., Esron menempuh pendidikan hukum di Sekolah Tinggi Hukum Militer AHM-PTHM hingga meraih gelar Sarjana Hukum.
Pendidikan pascasarjana kemudian ditempuhnya di Universitas 17 Agustus 1945 Semarang hingga memperoleh gelar Magister Hukum.
Esron juga melanjutkan pendidikan akademiknya di Universitas Jayabaya hingga jenjang doktoral.
Bekal akademik tersebut berjalan beriringan dengan perjalanan karier Esron dalam lingkungan hukum dan peradilan militer TNI.
Jabatan Wakadilmitama yang kini dipercayakan kepadanya memiliki posisi strategis karena Pengadilan Militer Utama merupakan badan peradilan militer tertinggi di bawah Mahkamah Agung RI.
Dilmiltama memiliki kewenangan antara lain memeriksa dan memutus sengketa Tata Usaha Militer pada tingkat banding yang sebelumnya telah diputus oleh Pengadilan Militer Tinggi.
Lembaga tersebut juga berwenang memutus pada tingkat pertama dan terakhir apabila terjadi sengketa kewenangan mengadili antara pengadilan militer yang berada di wilayah hukum Pengadilan Militer Tinggi berbeda.
Selain menjalankan fungsi peradilan, Dilmiltama mempunyai peranan pengawasan terhadap penyelenggaraan peradilan pada berbagai tingkat pengadilan militer di bawahnya.
Dilmiltama turut menjalankan pembinaan personel dan teknis yustisial bagi hakim serta staf yang berada dalam lingkungan peradilan militer.
Kepercayaan kepada Esron menjadi bagian dari rotasi besar yang dilakukan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto terhadap sejumlah jabatan strategis di lingkungan TNI.
Keputusan Panglima TNI tersebut mencakup pemberhentian, pengangkatan, dan rotasi pada 99 jabatan perwira tinggi TNI.
Dokumen mutasi itu diketahui beredar sejak Sabtu (7/2/2026) setelah keputusan ditetapkan beberapa hari sebelumnya.
Surat keputusan tersebut ditandatangani Kepala Sekretariat Umum TNI Brigjen TNI Adek Chandra Kurniawan dan disampaikan kepada sejumlah pihak terkait, termasuk Ketua Mahkamah Agung, Menteri Pertahanan, dan Jaksa Agung.
Selain pergantian di lingkungan peradilan militer, rotasi tersebut menyentuh berbagai jabatan strategis di lingkungan Mabes TNI, TNI AD, TNI AL, Babinkum TNI, hingga komando kewilayahan.
Salah satu perubahan lainnya adalah penunjukan Mayjen TNI Benyamin sebagai Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Militer Kejaksaan Agung menggantikan Mayjen TNI Mokhamad Ali Ridho.
Dengan rekam jejak di lingkungan peradilan militer serta latar belakang pendidikan hukum yang panjang, Brigjen TNI Esron Sinambela kini mengemban tanggung jawab baru sebagai Wakadilmitama Mahkamah Agung RI.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]