WahanaNews.co | Drone tipe 'bunuh diri' ini ramai diperbincangkan usai dipakai Rusia menghantam Kota Kyiv di Ukraina.
Indonesia tengah memproduksi pesawat tanpa awak drone kamikaze bernama Minibe melalui PT Pindad (Persero).
Baca Juga:
PLN - Pindad Sinergi Kembangkan Pembangkit Listrik Bersih Untuk Wilayah 3T
Melansir NBC Indonesia, Saraswaty, senior development product and process development of ammunition innovation division PT Pindad, mengatakan drone ini memiliki sistem seperti misil.
"Kamikaze drone itu sistemnya seperti misil, karena di dalamnya drone atau war head-nya kita bisa tambahkan explosive," kata Saraswaty.
Kekuatan daya ledak dari drone ini tergantung dari isian bahan peledak yang dimasukkan. Namun maksimal saat ini diisi sebanyak 0,8 kg TNT atau RDX. Minibe juga memiliki kemampuan jarak terbang mencapai 25 km dengan kecepatan 250 km per jam.
Baca Juga:
Era Baru Kendaraan Dinas, Menteri dan Eselon 1 Akan Gunakan Maung Buatan PT Pindad
Selain itu Saraswaty juga menjelaskan drone ini juga bisa dikawinkan dengan Weaponized Drone Multifunction yang bernama Rupell Bomber. Drone ini bisa digunakan untuk target amunition dropping, hingga mengangkut kamikaze drone.
Namun sampai saat ini drone yang dibuat oleh PT Pindad tersebut masih dalam tahapan pengembangan, sehingga belum bisa dijual dalam gelaran pameran Indo Defence 2022.
"Sekarang masih tahap prototipe setelah lebih baik kita masuk ke tahap selanjutnya. Baru sertifikasi untuk dijual," katanya meski dia juga belum bisa memastikan kapan.