Tito dijadwalkan langsung meninjau titik-titik krusial yang membutuhkan percepatan guna menormalisasi kehidupan masyarakat pascabencana dari sektor pendidikan, kesehatan, perumahan, keagamaan, ekonomi, hingga infrastruktur.
Di Kabupaten Pidie Jaya, lokasi yang akan dikunjungi antara lain SMAN 2 Meurdu di Gampong Menasah Bie, Kecamatan Meurah Dua, yang masih tertimbun lumpur hingga mencapai atap bangunan dan aktivitas belajar mengajar dilakukan di dua tenda darurat.
Baca Juga:
Banjir dan Longsor Merusak 225 Destinasi Wisata di Aceh
Masih di Pidie Jaya, Tito juga akan meninjau area persawahan tertimbun lumpur di Gampong Beuringen dengan luas sekitar 32,9 hektare yang berstatus rusak berat dan ketebalan lumpur mencapai kurang lebih dua meter.
Di Kabupaten Bireuen, sasaran inspeksi meliputi permukiman warga di Desa Kubu, Kecamatan Peusangan, dengan kondisi banyak rumah hancur, timbunan lumpur masih tebal, serta jalanan tergenang air dan lumpur.
Selain itu, SDN 5 Kubu juga akan ditinjau karena hingga kini masih terendam air dan lumpur, termasuk akses jalan menuju sekolah.
Baca Juga:
Pelaku Utama Penyelundupan 122 Kg Sabu di Bakauheni Diburu Polisi
Di Kabupaten Aceh Utara, Dusun Tanah Merah menjadi salah satu lokasi terdampak paling parah dengan kondisi rumah warga masih tertimbun lumpur dan tanah serta jalanan yang belum surut dari genangan.
Lokasi lainnya di Aceh Utara yakni Dusun Bidari dengan kondisi rumah hancur, kayu berserakan, timbunan lumpur dan tanah yang masif, serta jalanan masih tergenang.
Dusun Seulemak juga menjadi perhatian dengan kondisi bongkahan kayu masih banyak, timbunan tanah tinggi, serta akses jalan yang masih digenangi air dan lumpur.