Selain medan yang ekstrem, kondisi kabut tebal juga disebut menyelimuti lokasi sehingga membatasi jarak pandang personel di lapangan.
Tim SAR kini tidak hanya memusatkan perhatian pada serpihan yang ditemukan, tetapi juga mulai memetakan jalur evakuasi paling aman untuk tahap berikutnya.
Baca Juga:
Terjebak Kabut dan Medan Terjal, Tim SAR Menginap di Lokasi Jenazah Korban ATR 42-500
Jalur pendakian dinilai menjadi opsi utama meski memerlukan waktu lebih lama dibandingkan jalur lainnya.
“Ada sekitar 400 sampai 500 personel yang bisa membantu dalam proses evakuasi,” tambah Andi.
Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport tersebut diketahui sebelumnya lepas landas dari Bandara Adisutjipto Yogyakarta dengan tujuan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar.
Baca Juga:
Identifikasi Korban Pesawat ATR, Polda Sulsel Siapkan Tim DVI
Pesawat dilaporkan hilang kontak pada Sabtu siang (17/01/2025) saat melintas di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, sehingga memicu operasi pencarian dan penyelamatan berskala besar.
[Redaktur: Angelita Lumban Gaol]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.