Boydo Panjaitan, Bendahara Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Medan, menyatakan bahwa pihaknya memberikan Bobby tenggat waktu selama tiga hari untuk mengembalikan kartu tanda anggota (KTA) dan menyampaikan surat pengunduran diri jika ia memutuskan untuk mendukung pasangan lain dalam Pilpres 2024.
"Tapi nampaknya Bobby Nasution tidak menghiraukan petunjuk dari DPP, kalau memang mendukung Prabowo - Gibran harusnya terlebih dahulu menyampaikan pengunduran diri ke DPC PDIP. Tapi sampai sekarang kami belum ada menerima. Kan diberi waktu tiga hari untuk berpikir," kata Boydo, melansir CNN Indonesia, Selasa (14/11/2023)
Baca Juga:
Pemulihan Kelistrikan Sumut Dipercepat, PLN Terapkan Manajemen Beban Secara Dinamis
Boydo menilai Bobby Nasution tidak memiliki etika karena tidak menghiraukan instruksi dari DPP PDIP.
Menurutnya deklarasi secara terang-terangan yang dilakukan Bobby tersebut menunjukkan tidak menghargai PDIP.
Sementara Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto meminta Bobby mundur dari partai setelah menyatakan sikap mendukung Prabowo-Gibran.
Baca Juga:
Pemko Binjai Gelar Salat Idul Adha 1447 H di Lapangan Merdeka dihadiri Gubernur Sumatera Utara
"Itu sangat tegas sesuai dengan etika, kami minta untuk diberikan pengunduran diri," kata Hasto di Universitas Muhammadiyah Jakarta, Tangerang Selatan, Kamis (9/11/2023).
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.