Di sisi lain, ia menilai semakin banyaknya nama yang masuk bursa capres 2029 justru menguntungkan publik karena membuka lebih banyak alternatif pilihan politik.
Sejumlah nama yang disebut menonjol dalam bursa capres 2029 antara lain Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, Ridwan Kamil, Sandiaga Uno, Puan Maharani, serta Agus Harimurti Yudhoyono.
Baca Juga:
Survei IPI Buka Bursa Capres 2029, Sjafrie dan Dedi Mulyadi Masuk Radar
Namun demikian, menurut Ray, tantangan terbesar dalam kontestasi mendatang justru terletak pada penentuan figur calon wakil presiden.
"Kesulitan kita itu adalah wapresnya siapa?" tegasnya.
Sementara itu, hasil survei terbaru dari Indonesian Public Institute menunjukkan sejumlah wajah baru masuk dalam bursa bakal calon presiden 2029, termasuk Sjafrie Sjamsoeddin, beberapa gubernur, hingga Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Baca Juga:
Wacana Pilpres 2029 Muncul, Dasco Sebut Prabowo Belum Ambil Sikap
Peneliti IPI Abdan Sakura menjelaskan bahwa kemunculan nama-nama baru tersebut dipengaruhi sejumlah faktor seperti kepemimpinan, ketokohan, rekam jejak, publikasi media, integritas, serta visi-misi dan program kerja.
Ia mencontohkan empat indikator yang memperkuat elektabilitas Sjafrie, yakni kepemimpinan dan ketokohan sebesar 44 persen, rekam jejak kepemimpinan 17 persen, rekomendasi lingkungan dan media 12 persen, serta integritas 10 persen.
"Tokoh-tokoh seperti Pramono Anung, Dedi Mulyadi, dan Syafrie tampil sebagai figur potensial yang memperoleh penilaian kelayakan cukup kuat, meski belum sepenuhnya terkonversi menjadi dukungan elektoral," ujarnya.