Ia berharap seluruh pihak yang disebut dalam keterangan Sony dapat diperiksa agar penyidik memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai dugaan praktik jual beli titik SPPG.
Menurut Elza, pemeriksaan terhadap pihak-pihak tersebut akan membantu mengungkap siapa saja yang diduga terlibat dalam pengaturan dan transaksi titik-titik dapur MBG yang kini menjadi sorotan.
Baca Juga:
Tangis Ayah Pecah di Hebron, Bayi Palestina Tewas Setelah Tentara Israel Lepaskan Tembakan
Ia mengakui bahwa Sony merupakan pihak yang memiliki akses terhadap sistem pengajuan pembangunan SPPG serta berperan dalam pengawasan proses tersebut.
Namun di sisi lain, tingginya animo masyarakat dan banyaknya permintaan pembangunan dapur MBG disebut membuat sistem pendaftaran akhirnya ditutup.
"Sehingga, siapa yang menginginkan itu (kuota SPPG), masuk dalam proses itu dan animonya kan banyak dan sangat berlebihan, akhirnya ditutuplah itu," katanya.
Baca Juga:
Jangan Tergiur! OJK Sebut Nonton Drama China hingga Klik Iklan Jadi Modus Penipuan Baru
Setelah penutupan sistem tersebut, Elza menyebut berbagai permintaan pembangunan titik SPPG kemudian disampaikan melalui akun pribadi milik Sony maupun Kepala BGN Dadan Hindayana.
Ia mengatakan tidak semua pihak yang mengajukan pembangunan SPPG memenuhi persyaratan yang ditentukan karena kebutuhan investasi pembangunan dapur MBG mencapai miliaran rupiah.
Selain faktor pembiayaan, percepatan pembangunan SPPG yang menjadi arahan Presiden Prabowo Subianto juga disebut menjadi salah satu tantangan dalam pelaksanaan program tersebut.