"Sebenarnya sudah full. Ada titik-titik yang belum terpenuhi. Tapi karena kesulitan ya karena kan MBG itu dapurnya kan sampai Rp1,5-2 miliar. Nggak semua orang punya dan Presiden ada permintaan percepatan," ujarnya.
Dalam kondisi tersebut, Sony disebut melakukan penunjukan kepada pihak-pihak yang dianggap memenuhi syarat untuk membangun SPPG.
Baca Juga:
Tangis Ayah Pecah di Hebron, Bayi Palestina Tewas Setelah Tentara Israel Lepaskan Tembakan
Namun menurut Elza, sebagian pihak yang memperoleh titik tersebut justru tidak membangun dapur MBG sebagaimana tujuan awal program.
Ia mengklaim sejumlah titik yang telah diperoleh malah diperjualbelikan kepada pihak lain tanpa sepengetahuan Sony.
"Ternyata banyak yang minta banyak terkait titiknya. Ternyata setelah dapat laporan Pak Sony, titik-titik itu tidak dibangun (dapur) MBG, tapi dijualbelikan. Mungkin itu masalahnya," katanya.
Baca Juga:
Jangan Tergiur! OJK Sebut Nonton Drama China hingga Klik Iklan Jadi Modus Penipuan Baru
Atas dasar itulah, Elza menyebut kliennya merasa tidak terlibat secara langsung dalam praktik jual beli titik-titik SPPG yang kini dipersoalkan.
Karena merasa seluruh kesalahan diarahkan kepada dirinya, Sony kemudian memutuskan mengajukan diri sebagai justice collaborator untuk membantu mengungkap pihak-pihak lain yang diduga terlibat.
"Dia tidak mau semuanya ditimpakan ke dia karena dia merasa tidak terlibat dalam jual beli titik. Semuanya sepertinya kesalahan ditimpakan kepada klien saya dan dia ingin membuka ini agar bisa mengetahui siapa yang melakukan ini," ujar Elza.