Sahroni menanggapi hal ini dengan mengatakan bahwa bukan masalah uang, dan jika anggaran digunakan untuk penghematan, maka sebaiknya pemilu tidak perlu diadakan lagi untuk lebih menghemat.
Politikus Nasdem tersebut juga menyoroti jumlah pemilih yang sangat besar di Indonesia dengan wilayah yang sangat luas.
Baca Juga:
Cegah Polisi Bermasalah, Sahroni Usul Tes Kejiwaan dan Narkoba bagi Calon Kapolres
Oleh karena itu, Sahroni meragukan kemungkinan satu kandidat memperoleh lebih dari 50 persen suara untuk memenangkan pilpres dalam satu putaran.
Meskipun begitu, menurutnya, menggambarkan pilpres dalam satu putaran sebagai target bagi salah satu kandidat adalah hal yang wajar.
"Ibu negara ini sangat luas, jadi jangan main-main, jangan menyesatkan dengan menyampaikan seolah-olah semua bisa dilakukan dalam satu putaran. Namun, jika itu adalah upaya dan target, itu sah-sah saja," ujar Sahroni.
Baca Juga:
Sahroni Desak Polisi Usut Temuan PPATK Dugaan Aktivitas Keuangan Ilegal Ivan Sugianto
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.