Selain itu, Agung juga mengimbau kepada warga di sekitar lokasi untuk tidak mengambil atau memindahkan puing-puing pesawat.
"Kami mengajak agar jika menemukan bagian pesawat, jangan diambil atau dipindahkan," ujar Agung.
Baca Juga:
Mensos Gus Ipul Ungkap Sekolah Rakyat juga Dibangun di Jember
"Jika menemukan, tolong berikan informasi dan foto lokasinya, kemudian beritahu tim gabungan yang berada di lokasi. Tim akan datang, karena itu sangat diperlukan untuk keperluan penyelidikan," tambahnya.
Melansir Tribunnews, EMB-314 Super Tucano adalah pesawat latih lanjut dengan berkemampuan COIN (Counter Insurgency) atau pesawat antiperang gerilya.
Adanya kemampuan itu membut pesawat tersebut bisa mendukung misi-misi pengintaian, close air support, dan penumpasan pemberontak.
Baca Juga:
Konyol! Pengedar Sabu Ini Nyamar Pake Daster Istri Saat Ditangkap Polisi
Pada tahun 2012 TNI AU membeli 16 pesawat buatan pabrikan Embraer Brasil itu dan ditempatkan di Skadron Udara 21 Lanud Abdulrachman Saleh.
Belasan pesawat itu menggantikan pesawat OV-10 F Bronco yang dipensiunkan karena sudah tua.
Beberapa warga Desa Keduwung, Kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan, menjadi saksi kecelakaan pesawat itu.